Takut Main Transaksi Forex

Saat Anda mendengar transaksi forex, apa yang Anda rasakan? Takut? Itu biasa. Banyak orang yang akan merasakan ketakutan karena berita-berita yang beredar seputar forex umumnya negatif.

Padahal sebetulnya transaksi mata uang asing sudah terjadi sejak dulu. Saya masih ingat Mama saya secara rutin membeli emas. Kalau Papa sedang mendapat rejeki lebih, biasanya Mama langsung ke pasar untuk beli emas. Kala itu satuannya masih ‘suku’. Sampai saat ini saya tidak tahu 1 suku itu berapa gram.

Setelah itu, Mama saya beralih dari menyimpan emas ke USD. Kalau dia mengingat sebuah nilai transaksi, biasanya dia bisa sebut kala itu nilainya transaksi itu berapa USD.

Kalau transaksi forex begitu lazimnya, lalu mengapa sekarang orang-orang pada takut saat diajak untuk bertransaksi forex?

Alasan pertama adalah forex saat ini sudah tidak digunakan untuk investasi jangka panjang, tapi untuk trading jangka pendek. Jarak waktu antara pasang posisi & lepas bisa dari beberapa jam hingga beberapa hari. Bagi yang tidak punya ilmu trading, hal ini bisa berakibat salah ambil posisi.

Alasan kedua adalah transaksi forex saat ini bisa memanfaatkan leverage. Jadi bila uang Anda ‘hanya’ $100, dengan leverage 1:100 maka Anda bisa membeli mata uang asing senilai $10.000. Tentu saja leverage ini tidak gratis. Bila posisi yang Anda pegang harus menginap, maka Anda akan dikenakan bunga, atau istilahnya swap. Mengenai swap kita akan bahas di lain waktu.

Nah, karena ada leverage inilah maka keuntungan yang bisa didapat di forex juga ikut terdongkrak. Kalau kurs bergerak 1% akan menjadi seolah-olah bergerak 100%. Jadi uang Anda yang tadinya $100 bisa tiba-tiba menjadi $200 dalam 1 malam. Tapi hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Saat Anda salah posisi, Anda juga bisa kehilangan modal Anda dalam 1 malam.

Alasan terakhir adalah khususnya terjadi di Indonesia. Hampir semua (kalau tidak mau dikatakan semua) broker-nya adalah market maker alias bandar. Berbeda dengan sistem Straight Through Processing (STP) di mana broker akan melempar semua transaksi kita ke pihak ketiga, broker market maker yang akan terima order kita. Kalau kita jual, broker yang beli. Begitu pula sebaliknya.

Jadi kalau kita menang, maka broker akan kalah. Biar broker bisa untung berarti trader harus kalah. Jadi harapan broker market maker adalah trader harus kalah. Berlawanan dengan itu, Broker yang STP mengharapkan trader menang agar trader mau lebih sering bertransaksi di mereka. Semakin banyak transaksi yang dilakukan trader, broker akan mendapat komisi yang lebih banyak.

Dengan semua fakta di atas, apakah tetap membuat Anda taku? Pasar Forex dengan volume transaksi mencapati $7 trilyun, adalah sangat menarik untuk mendapatkan keuntungan. Hanya saja, bila Anda tidak mempunyai ketrampilan dan pengalaman yang tinggi dalam trading forex, lebih baik Anda serahkan kepada ahlinya. Sepanjang trader & sistem-nya benar, harusnya Anda bisa ikut menikmati hasil dari transaksi forex dan tetap mempunyai waktu untuk melakukan apa pun yang suka Anda lakukan.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s